8 Penyebab Berat Bayi Tidak Bertambah
• Dia tidak cukup sering menyusu. Bayi yang baru lahir membutuhkan asupan setiap dua setengah jam sekali, atau kasarnya delapan hingga 12 kali dalam 24 jam. "Beberapa bayi, khususnya jika Anda memiliki komplikasi, benar-benar mengantuk—sepertinya mereka belum bangun setelah dilahirkan," ujar Dr. Shu. Namun ini merupakan lingkaran setan: Ketika si kecil tidak cukup sering menyusu, tubuh Anda tidak distimulasi untuk menambah pasokan ASI, artinya bayi Anda mungkin tidak mendapatkan gizi cukup, membuatnya terlalu lelah untuk menyusu. Daripada membiarkannya selesai menyusu terlalu cepat, sebaiknya elus kakinya untuk membangunkannya agar dia tetap menyusu. Jika tidak berhasil, lepaskan dia dari dada Anda untuk membangunkannya, kemudian susui dia kembali, ungkap Dr. Wight. Bayi yang mengantuk mungkin membuat waktu Anda longgar di malam hari, tetapi Anda sebaiknya membangunkannya untuk menyusu setiap dua dan setengah jam hingga Anda disarankan berhenti oleh dokter.
• Teknik menyusui Anda perlu diperbaiki. Bantu bayi Anda agar menyusu dengan benar, ujar Dr. Wight. Ini mungkin tidak datang secara alami seperti yang Anda bayangkan, tetapi penting bagi Anda menguasai sesi menyusui yang dapat memuaskan (bayi Anda) dan bebas rasa sakit (untuk Anda). Di bangsal persalinan, minta suster menolong Anda dan tidak perlu malu berbagi pengalaman observasi payudara dengan teman-teman Anda yang sudah menjadi ibu. Klik americanbaby.com/latch untuk melihat slide show dari 12 tanda bahwa Anda sudah di jalur yang benar.
• Bayi Anda memiliki lidah terikat atau tongue-tie. Pada sekitar lima persen bayi, lapisan kulit yang melekatkan lidah ke dasar mulutnya cukup tebal atau pendek sehingga gerakan lidahnya terbatas. Kondisi ini membuatnya sulit menyusu. Konsultan laktasi atau dokter Anda seharusnya memeriksa tongue-tie ketika bayi Anda kesulitan menyusu. Petunjuknya: jika ujung lidahnya bengkok ke bawah ketika dia menangis dengan mulut yang terbuka lebar. Dengan prosedur rawat jalan, dokter Anda atau spesialis anak akan menjepit frenulum (“tali” di bawah lidah). "Tongue-tie tidak begitu masalah pada bayi yang menyusui dari botol," ucap Dr. Schanler. "Tongue-tie yang parah perlu dirawat, terlepas menyusu dari payudara atau botol, untuk mencegah masalah kesulitan bicara di belakang hari," lanjutnya.
• Anda tidak mencampur formula dengan tepat. "Kadang orang tua menambahkan air karena mereka pikir susu formula akan membuat bayinya konstipasi atau mereka ingin berhemat," ujar Dr. Shu. Jangan lakukan itu. Mengencerkan susu formula bisa berakibat fatal bagi bayi Anda jika dia meminum banyak air dan tidak mendapatkan kalori yang cukup.
• Anda melahirkan terlalu dini. Bayi yang lahir antara 34 hingga 37 minggu, dianggap "prematur-akhir", mungkin akan kesulitan menyusu karena mereka tidak tumbuh seperti yang kita pikirkan, kata Dr. Wight. "Otak mereka lebih kecil saat lahir, mereka memiliki sistem saraf mereka belum matang, dan mereka memiliki otot yang lemah, kuning (jaundice), atau dehidrasi, semua bisa berakibat pada kemampuan menyusu, menelan, dan bernapas saat menyusu." Anda bisa mengombinasikan menyusui, memerah ASI, dan menambahkan susu formula hingga bayi Anda paham menyusu dan menelan. Spesialis konsultan laktasi bayi prematur dapat menolong Anda membuat rencana. "Saya sarankan agar Anda memompa setelah menyusui hingga bayi Anda mencapai tanggal lahir seharusnya," ujar Dr. Wight.
• Bayi Anda mengalami refluks atau mungkin alergi. Hal yang normal pada mayoritas bayi untuk gumoh dan rewel setelah menyusu. Jika bayi Anda terlalu sering mengalami kedua hal itu, ia mungkin mengalami refluks yang berlebihan. Solusinya, susui bayi Anda dengan posisi tegak dan buatlah dia bersendawa lebih sering. Tanya dokter Anda untuk mendapatkan strategi mengatasinya. Dalam beberapa kasus, resep antasida yang mungkin dibutuhkan. Tentunya: Mayoritas bayi tidak lagi gumoh saat mereka berusia 1-18 bulan.
• Kerewelan yang ekstrem bisa juga memberi sinyal bahwa perutnya sakit karena alergi makanan (pada usia ini, lebih sering karena susu). Seorang bayi yang tidak bisa mengonsumsi susu sapi atau susu kedelai, baik dalam susu formula atau dalam makanan Anda jika Anda menyusui, mungkin akan mengalami diare, dan Anda mungkin akan melihat tetesan darah di dalam fesesnya, kata Dr. Shu. Jika Anda memberi ASI, dokter Anda mungkin mengeliminasi makanan yang bisa dicurigai dari diet Anda untuk mengonfirmasi adanya alergi. Jika anak Anda alergi, Anda akan berhenti makan apapun yang membuat dia alergi (tersangka utama: susu, kedelai, telur, kacang pohon, kacang, ikan, kerang-kerangan, dan gandum). Bayi susu formula seharusnya diberikan formula khusus hydrolyzed, di mana protein yang tidak bisa diterima bayi telah dihancurkan.
• Anda memiliki masalah persediaan susu. “Adalah hal yang sulit untuk memercayai bayi telah cukup menyusu, tetapi selama mereka buang air kecil dan BAB, dan terlihat puas, Anda mungkin memproduksi susu yang cukup," ujar Dr. Shu. Phew! Ancaman terbesar Anda: kurangnya dukungan. "Masalah berkembang ketika ibu baru tidak memiliki seseorang yang membantu mereka di awal dan mereka tidak memiliki persediaan ASI," ujar Dr. Wight. Ceritakan hal ini pada ibu lain atau konsultan laktasi lebih awal dan sesering mungkin.






0 komentar:
Post a Comment